kenapa aku memberi judul keep smile :) itulah doaku untuk saudara2 yang tertimpa musibah kebakaran yang terjadi 2 kali di baamang tercinta,
semoga kita selalu tabah dengan tetap tersenyum dan selalu waspada ... amin ya rabbalalamin :)
-- senin, 4 agustus 2014 ---
tragedi senin lalu terjadi lagi pada senin ini, astaga... ada apa ini ??
senin yang lalu terjadi kebakaran di hulu rumahku dan sekarang di hilir .....
....... sekitar subuh ... waktu itu alarm di handphoneku berdering pukul 3.15 karena ini hari ketiga aku mau bayar puasa yang batal, tapi karena kurang enak badan, aku urungkan untuk melanjutkannya .... entah berapa menit setelah itu, terdengar suara motor yang lewat dengan sangat nyaring karena kecepatannya.... pikirku karena kampung sudah-sangat-sering terjadi perkelahian, yaa aku diamkan saja dan melanjutkan tidur. .... entah beberapa saat setelah itu, ibuku keluar dengan sedikit bergumam 'kebakaran kah' ... dan setelah yakin kalau itu memang kebakaran, ibuku langsung berteriak membangunkan aku dan adikku seraya berkata kebakaran dengan nada syok dan ketakutan ......... maklumlah saat aku masih sekolah SD rumah kami disamping rumah sempat kebakaran, dan rumah kami juga kena, jadi aku sangat maklum dengan keadaan ibuku,
aku segera bangun dan membereskan barang2 yang penting, transkrip nilai ujianku dan juga laptop, tas yang berisi uang untuk beli motor juga aku utamakan .............. subuh yang mencekam.....
saat itu apinya sangat mengerikan, bahkan saat ini aku masih ingat terang benderangnya kilauan api subuh itu.
percikan2 api bertebaran kemana-mana, dan sempat memakan sedikit dedaunan pohon didekat rumahku. untunglah tidak menjadi api yang besar,
saat kebakaran ini hanya tinggal aku, adikku, dan ibuku dirumah, abah dan abangku sudah kembali ke tempat kerja,
saat kejadian aku sempat mengirimkan sms ke abahku :) mungkin saat itu abah sedang shalat, jadi lambat membalas smsku
beberapa barang sudah diungsikan ke tempat kakak ku di dalam gudang, ibuku juga kami antar kesana agar tidak terlalu syok ..............
beberapa saat kemudian, api bisa dipadamkan, kata ibuku, rumah tukang yang membangun rumah baru kami kena kebakaran, entahlah saat itu, antara nyata dan tidak, karena terjadi saat sebelum shalat subuh dan kebakaran itu mencengangkan karena senin yang lalu juga terjadi kebakaran ..........
semoga ini bencana terakhir yang terjadi, karena baamang sangat kami cintai, meski dengan hiruk-pikuknya warga, meski banyak rumah 'kerupuk' tanpa spasi yang ada digang-gang kecil berdiri, kami tetap cinta baamang dengan kurang dan lebihnya
lokasi : gg. talok di samping langgar darul imam baamang
semoga kita selalu tabah dengan tetap tersenyum dan selalu waspada ... amin ya rabbalalamin :)
-- senin, 4 agustus 2014 ---
tragedi senin lalu terjadi lagi pada senin ini, astaga... ada apa ini ??
senin yang lalu terjadi kebakaran di hulu rumahku dan sekarang di hilir .....
....... sekitar subuh ... waktu itu alarm di handphoneku berdering pukul 3.15 karena ini hari ketiga aku mau bayar puasa yang batal, tapi karena kurang enak badan, aku urungkan untuk melanjutkannya .... entah berapa menit setelah itu, terdengar suara motor yang lewat dengan sangat nyaring karena kecepatannya.... pikirku karena kampung sudah-sangat-sering terjadi perkelahian, yaa aku diamkan saja dan melanjutkan tidur. .... entah beberapa saat setelah itu, ibuku keluar dengan sedikit bergumam 'kebakaran kah' ... dan setelah yakin kalau itu memang kebakaran, ibuku langsung berteriak membangunkan aku dan adikku seraya berkata kebakaran dengan nada syok dan ketakutan ......... maklumlah saat aku masih sekolah SD rumah kami disamping rumah sempat kebakaran, dan rumah kami juga kena, jadi aku sangat maklum dengan keadaan ibuku,
aku segera bangun dan membereskan barang2 yang penting, transkrip nilai ujianku dan juga laptop, tas yang berisi uang untuk beli motor juga aku utamakan .............. subuh yang mencekam.....
saat itu apinya sangat mengerikan, bahkan saat ini aku masih ingat terang benderangnya kilauan api subuh itu.
percikan2 api bertebaran kemana-mana, dan sempat memakan sedikit dedaunan pohon didekat rumahku. untunglah tidak menjadi api yang besar,
saat kebakaran ini hanya tinggal aku, adikku, dan ibuku dirumah, abah dan abangku sudah kembali ke tempat kerja,
saat kejadian aku sempat mengirimkan sms ke abahku :) mungkin saat itu abah sedang shalat, jadi lambat membalas smsku
beberapa barang sudah diungsikan ke tempat kakak ku di dalam gudang, ibuku juga kami antar kesana agar tidak terlalu syok ..............
beberapa saat kemudian, api bisa dipadamkan, kata ibuku, rumah tukang yang membangun rumah baru kami kena kebakaran, entahlah saat itu, antara nyata dan tidak, karena terjadi saat sebelum shalat subuh dan kebakaran itu mencengangkan karena senin yang lalu juga terjadi kebakaran ..........
semoga ini bencana terakhir yang terjadi, karena baamang sangat kami cintai, meski dengan hiruk-pikuknya warga, meski banyak rumah 'kerupuk' tanpa spasi yang ada digang-gang kecil berdiri, kami tetap cinta baamang dengan kurang dan lebihnya
lokasi : gg. talok di samping langgar darul imam baamang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar